UWM Didik Mahasiswa ‘Sengguh Ora Mingkuh’

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, Prof Dr Edy Suandi Hamid mengemukakan UWM mendidik mahasiswa untuk menjadi insan, calon pemimpin bangsa yang selalu memegang teguh ajaran sawiji, greget, sengguh ora mingkuh. Orang yang selalu mempunyai tekat yang bulat, tujuan yang pasti, menyatu (sawiji), gigih, penuh semangat, bekerja keras dan dinamis (greget), selalu sungguh-sungguh, dan percaya diri dalam bertindak dengan tetap rendah hati (sengguh). Serta tidak akan mundur dalam menghadapi tantangan, resiko, maupun halangan atau tidak lari dari tanggung jawab (ora mingkuh).

Prof Edy Suandi Hamid mengemukakan hal tersebut pada Wisuda periode ke 52 di Kampus UWM Yogyakarta, Sabtu (24/3/2018). Wisuda periode ini diikuti diikuti 172 wisudawan/wisudawati. Mereka terdiri dua orang dari Program Studi (Prodi) Akuntansi, 10 orang Prodi Manajemen, 124 orang dari Prodi Ilmu Hukum, 23 orang dari Prodi Ilmu Administrasi Negara, tiga orang Prodi Sosiologi, empat orang dari Prodi Arsitektur, tiga orang dari Prodi Teknik Industri, dan dua orang dari Prodi Teknologi Pangan.

Sebanyak 75 wisudawan/wisudawati atau 43,86 persen lulus dengan predikat cumlaude. Sedang Indek Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi 3,96 diraih Rina Fitriani dari Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum. Waktu tempuh studi tercepat selama tiga tahun, enam bulan, dengan rata-rata empat tahun. Sedang IPK rata-rata 3,29.

Prajurit Kraton mengiringi anggota Senat UWM Yogyakarta menuju tempat prosesi wisuda, Sabtu (24/3/2018). (foto : heri purwata)

Wisudawan termuda, Tito Wihandono dengan usia 20 tahun, satu bulan, dua hari. Sedanh wisudawan tertua, Sukamto dengan umur 62 tahun, 10 bulan, enam hari. “Sampai saat ini, lulusan UWM berjumlah 7.686 orang,” kata Edy Suandi Hamid.

Lebih lanjut Edy mengatakan UWM Yogyakarta telah memasuki usia 35 tahun. Di bawah kepemimpinannya, Edy bertekad untuk terus memantapkan diri sebagai universitas yang tidak hanya mampu besaing. Tetapi benar-benar berkomitmen menjadi institusi pendidikan yang berkualitas dan mampu berperan dalam merealisasikan visi dan misinya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berbasis budaya.

Edy menilai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembbangkan di UWM tidak hanya berupa pemikiran sebatas pengetahuan saja. Namun dibutuhkan penanaman karakter yang kuat kepada seluruh sivitas akademika. “Karakter yang kami maksud selain pengembangan diri, juga nilai-nilai luhur para pendiri UWM yang mendasari kehidupan bermasyarakat,” kata Edy.

Dijelaskan Edy, sejak Agustus 2017, UWM telah banyak kemajuan. Di antaranya, UWM terakreditasi institusi B, seluruh program studi (Prodi) telah terakreditasi B. “Raihan tersebut sebagai wujud awal dari tekad kami untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul,” tandas Edy.

About The Author

Reply