UP45 Dampingi Desa Salam Kembangkan Kewirausahaan

 

WONOSARI — Universitas Proklamasi (UP) 45 Yogyakarta mendampingi Pemerintah Desa Salam, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul untuk mengembangkan kewirausahaan. Langkah awal, Rabu (29/11/2017) diadakan ‘Sarasehan Pembinaan dan Pembinaan Usaha Mikro Berbasis Desa’ di Aula Balai Desa Salam.

Kegiatan yang diikuti puluhan pelaku usaha mikro tersebut menampilkan nara sumber Muhamad Ali Sukrajap SE MBA, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta. Muhammad Ali yang juga Wakil Rektor 3 ini memaparkan tentang kiat sukses mengembangkan wirausaha.

Dijelaskan Muhammad Ali, ada beberapa kendala yang selalu dihadapi pelaku usaha, di antaranya modal dan pemasaran. Bagi pelaku usaha pemula, kendala modal selalu diasumsikan dengan uang. Padahal modal itu tidak selalu berupa uang, modal dapat berupa tempat atau peralatan dan lain sebagainya.

Sebagai pelaku usaha, lanjut Ali, harus memiliki spirit utama yaitu harus berani mengambil resiko dan pandai menangkap peluang dengan memanfaatkan potensi yang ada. Misalnya, Desa Salam terkenal dengan Kebun Amarilys dan Kebun Matahari serta Buah Duriannya.

“Masyarakat sebagai pelaku usaha dapat menawarkan layanan usaha
berupa souvenir dengan ciri khas Desa Salam tersebut dalam bentuk lain dapat seperti
kaos atau kerajinan tangan lainnya,” kata Muhammad Ali.

Sedangkan Drs Sadjido, Kepala Desa Salam mengatakan desanya memiliki berbagai potensi dan sekarang mulai dikenal masyarakat. Yaitu Kebun Amarilys, kawasan wisata Gogor Park yang aktif mengadakan Festival Durian. Ia mengharapkan kerjasama dengan UP 45 Yogyakarta bisa mendorong berkembangnya usaha masyarakat.

Saat ini, kata Sadjido, pihaknya sedang merintis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Makmur Jaya Salam untuk membantu pengembangan usaha mikro warga. Salah satunya, warga yang kesulitan permodalan dapat meminjam modal untuk usaha produktif warga.

Suprapti Purnaminingsih SE, Ketua Pengelola BUMDes Makmur Jaya Desa Salam menuturkan lembaga tersebut didirikan untuk membantu mengembangkan usaha ekonomi masyarakat Desa Salam. Selain menfasilitasi layanan pinjaman usaha ekonomi warga, juga mendorong masyarakat Desa Salam untuk mengali potensi lokal yang ada dan mengolahnya menjadi produk usaha ekonomi rumah tangga.

Contohnya, warga yang menanam empon-empon diminta mengolahnya menjadi makanan seperti wedang uwuh atau serbat. Jika mengalami kendala dalam
masalah pemasaran, warga bisa dijual ke BUMde.

Sementara Jumono, warga Desa Salam berharap pemerintah desa dapat memfasilitasi unit usaha kelompok masyarakat seperti kelompok sadar wisata dapat meningkatkan kapasitas usahanya. Selain itu, ia juga berharap warga tetap menjaga nilai-nilai kebersamaan agar tidak terjadi persaingan usaha antar warga yang saling mematikan.

About The Author

Reply