UP 45 Bantu Promosikan Desa Salam Melalui TI

WONOSARI — Pusat Studi Kebijakan, Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat (PSKPPM) Fisipol Universitas Proklamasi (UP) 45 Yogyakarta memberi bantuan mempromosikan potensi Desa Salam, Kecamatan Patuk, Gunungkidul berbasis teknologi informasi (TI). PSKPPM bekerjasama dengan suarakampus.com menggelar pendidikan dan pelatihan literasi media di Pendopo Gogor Park Ngasemayu, Desa Salam, Kecamatan Patuk, Senin (27/11/2017).

Dijelaskan Nurhadi MPA, pelaksana kegiatan dan sekretaris PSKPPM UP45 mengatakan Diklat literasi media ini diikuti anak-anak muda. Mereka terdiri dari mahasiswa, karang taruna dan pegiat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta jajaran perangkat desa di wilayah Gunungkidul.

Diklat ini, kata Nurhadi, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dalam mengelola informasi. Sehingga setelah mengikuti Diklat, mereka dapat mengelola informasi untuk promosi usaha.

“Pengembangan potensi lokal seperti pariwisata tidak mungkin dilakukan secara sendiri-sendiri. Usaha tersebut perlu dilakukan sinergi secara bersama sehingga apa yang menjadi keterbatasan akan menjadi kekuatan bersama,” kata Nurhadi.

Sedang Krisno Wibowo, praktisi media yang menjadi nara sumber mengatakan mengelola informasi dapat dilakukan dengan kerja-kerja jurnalistik. Penulisan jurnalistik akan menyangkut tentang ragam, struktur, pilihan diksi dalam tulisan berita.

Selain itu, penulis atau jurnalis dituntut menjadi sosok yang kritis, selalu ingin tahu dan militan. Sedangkan dalam penyusunan tulisan, penulis dapat mempergunakan berbagai teknik untuk mendapatkan informasi yang faktual melalui observasi, dokumentasi maupun wawancara terjun langsung ke lapangan untuk mendapatkan informasi yang objektif.

Lebih lanjut Krisno Wibowo mengatakan media dapat menjadi pendorong bagi pengembangan potensi lokal desa seperti promosi pariwisata dengan berperan sebagai penyebarluasan informasi melalui publikasi media. Kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki usaha bersama, misalnya, dalam sektor pariwisata yang telah dijalankan Pokdarwis dapat memanfaatkan keberadaan media sebagai usaha promosi agar dikenal masyarakat. “Kuncinya adalah menyusun dan mengolah informasi dari peristiwa atau kegiatan – kegiatan yang unik menjadi berita,” kata Krisno.

About The Author

Reply