Mahasiswa UP45 Lolos Seleksi LKTI 2017

YOGYAKARTA — Mahasiswa Universitas Proklmasi (UP) 45 berhasil lolos seleksi Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) 2017. Keduanya adalah Cahyo Widodo dan Aryo Giri yang berhasil mengolah limba kepala sawit menjadi gas yang bisa menghidupkan genset untuk menghasilkan listrik.

Dijelaskan Aryo, limbah kelapa sawit dapat diolah menjadi pengganti bahan bakar atau gas. Penelitian ini mengintegrasikan tiga teknologi untuk pengolahan limbah kelapa sawit yang cair dan padat. “Untuk yang cair kami menggunakan Palm Oil Mill, sedangkan yang padat menggunakan tandan kosong,” kata Cahyo di Kampus UP 45 Babarsari Yogyakarta, Sabtu (4/11/2017).

Untuk mengolah limbah cair, jelas Cahyo dan Aryo, menggunakan alat biodigester yang dapat mengubah zat cair menjadi gas. Selanjutnya, gas tersebut digunakan sebagai bahan bakar genset untuk menghasilkan listrik.

Sedang pengolahan tandan kosong pada penelitian ini menggunakan teknologi pirolisis yang dapat menghasilkan minyak setara solar dan dapat dipakai sebagai bahan bakar genset. Residu dari pirolisis berupa arang yang dipadatkan dapat dibuat gasifikasi yang juga menjadi energi .

Ada beberapa tahap dalam perlombaan paper ini. Persentase di Bontang pada tanggal 22
November 2017 merupakan tahap akhir. “Perasaan saya sangat senang, campur aduk dan deg-degan juga karena ini pengalaman yang pertama,” kata Aryo.

Cahyo mengungkapkan ada suka duka selama mengerjakan paper karya ilmiah ini. Cahyo mengibaratkan penulisan paper karya ilmiah ini seperti bimbingan skripsi tetapi agak susah karena banyak revisi.

Dalam paper banyak revisi tentang kaidah penulisan. Terus di dalam sebuah paragraf-paragraf itu ada kalimat, kalimat satu dengan kalimat berikutnya harus berkaitan. “Pada saat pendaftaran, kita baru mendaftar jam 11 malam sementara terakhir jam 12 malam, dan kita dibantu sama M Noviansyah Aridito SPd, MSc (Kaprodi Teknik Lingkungan),” kata Cahyo.

Awalnya penelitian ini, kata Cahyo dan Aryo, berasal dari usulan M Sigit Cahyono ST MEng, dosen Teknik Lingkungan UP45 yang mempunyai teknologi pirolisis dan gasifikasi. Sedang penggunaan limbah kelapa sawit usulan dari Cahyo. “Saya lululsan dari SMK Pertanian. Saya berpikir kenapa tidak dibikin energi dari limbah sawit. Selama ini pengolahannnya masih kurang maksimal. Sedangkan untuk biodigester kami ketahui dalam kunjungan lapangan di Pantai Baru,” kata Cahyo dan Aryo.

Selanjutnya, kata Cahyo dan Aryo, paper karya ilmiah ini akan dipresentasikan di PT Badak NGL Bontang Kalimantan Timur (Kaltim), 22 November 2017 mendatang.  Keduanya berharap paper karya ilmiah bisa menjadi juara.






Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *