142 Mahasiswa se Indonesia Ikuti OFI di UII

YOGYAKARTA — Sebanyak 142 mahasiswa dari 32 perguruan tinggi se Indonesia mengikuti Olimpiade Farmasi Indonesia (OFI) ke IX yang dilaksanakan di Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII) Yogyakarta. Peserta OFI ke IX ini merupakan jumlah dari penyelenggaraan sebelumnya.

Demikian diungkapkan Ketua Komite Olimpiade Farmasi Indonesia (KOFI), Syofyan SSi, MFarm, Apt pada pembukaan OFI ke IX di UII Yogyakarta, Sabtu (30/9/2017). Peserta terbanyak sebelumnya terjadi pada penyelenggaraan OFI ke V di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Jawa Timur dengan jumlah peserta 136 mahasiswa dari 31 perguruan tinggi.

“Selain mengikuti olimpiade, Yogyakarta merupakan kota pariwisata. Sehingga banyak mahasiswa dan dosen pendamping yang ingin mengikutinya,” kata Syofyan dalam sambutan pembukaan OFI IX.

Lebih lanjut Syofyan mengatakan perguruan tinggi yang mengikuti OFI IX di antaranya, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Jambi, Universitas Gorontalo, Universitas Surabaya (Ubaya), dan tuan rumah UII. Olimpiade ini mempertandingkan tiga bidang yaitu Farmakologi/Farmasi Klinis, Farmasetika/Farmasi Sains, dan pemilihan putra-putri Farmasi.

OFI, kata Syofyan, pertama kali dilaksanakan di Fakultas Farmasi Universita Andalas Padang tahun 2009. Tujuan OFI, pertama, untuk menggali dan mengasah kemampuan mahasiswa farmasi se Indonesia di bidang ilmu pengetahuan teknologi (Iptek) kefarmasian. Kedua, mengembangkan hard skill dan soft skill antar mahasiswa farmasi se Indonesia.

Ketiga, sebagai ajang silaturahim dan persaudaraan antar sesama mahasiwa farmasi se Indonesia. Keempat, sebagai wadah untuk saling tukar informasi berkaitan dengan pengembangan Iptek kefarmasian.

Sedang tahap-tahap pertandingan yaitu babak penyisihan, babak semifinal dan babak final. “Namun bukan berarti mahasiswa yang masuk final langsung menjadi juara. Penilaian berdasarkan akumulasi nilai dari babak penyisihan, semifinal dan final. Tim yang tidak masuk babak final bisa juara jika memiliki angka yang tinggi,” kata Syofyan.

Sementara Wakil Rektor I UII, Dr Ing Ilya Fajar Maharika MA mengatakan kompetisi dalam OFI tidak hanya untuk memperkuat kemampuan individual. Tetapi kompetisi ini sebagai ajang silaturahim yang bisa memperkuat pengembangan ilmu secara kelompok dan bisa digunakan untuk kesejahteraan masyarakat.

About The Author

2 Comments

  1. Ferrand 4 Oktober 2017 Balas
    • Heri Purwata heripurwata 10 Oktober 2017 Balas

Reply