Prodi Pendidikan Kimia UII Dapat Akreditasi B

YOGYAKARTA — Program Pendidikan Kimia, Matematika Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil mendapatkan akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Akreditasi B tersebut berdasarkan surat keputusan nomor 1491/SK/BAN-PT/Ak-SURV/S/V/2017.

Demikian diungkapkan Prof Riyanto PhD, Kaprodi Pendidikan Kimia FMIPA UII kepada wartawan di Yogyakarta, Kamis (15/6/2017). Prodi Pendidikan Kimia merupakan Prodi yang relatif baru di lingkungan UII. Berdiri tanggal 1 Juli 2014 setelah mendapatkan izin dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Surat Keputusan Nomor 190/E/2014.

“Alhamdulillah meskipun Prodi Pendidikan Kimia belum memiliki lulusan, tetapi berhasil mendapatkan akreditasi B. Ada enam hal yang telah digenjot sehingga Prodi Pendidikan Kimia mendapat akreditasi B,” kata Riyanto di ruang kerjanya.

Dijelaskan Riyanto, enam hal yang digenjot adalah visi misi, tata kelola, sumber daya manusia, prestasi dosen, pretasi mahasiswa, dan pengabdian masyarakat. Visi, misi dan tata kelola pendidikan mengikuti standar UII yang telah terakreditasi A untuk katagori institusi .

Sedang sumber daya manusia (SDM) memiliki dosen yang berpendidikan minimal S2. Selain itu, prestasi Prodi Pendidikan Kimia berhasil menjadi juara II pada lomba kinerja program studi di bidang karya Ilmiah di lingkungan UII, tahun 2016.

Sejumlah dosen juga melakukan pelatihan terhadap guru-guru kimia di Sekolah Menengah Atas (SMA) Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kabupaten Sleman dan Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Para guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) kimia diberi motivasi untuk menerapkan ilmu kimia yang mengarah ke entrepreneur.

“Di antaranya, electroplating yaitu cara melapisi logam dan membuat parfum dengan cara menyuling bahan baku yang ada di sekitar sekolah. Ketrampilan electroplating dan membuat parfum ini bisa menjadi bekal bagi siswa SMA untuk menjadi wirausaha,” kata Riyanto.

Metode ini bisa menghilangkan image negatif pelajaran kimia yang menyeramkan karena banyak menggunakan rumus dan hitungan. “Penerapan ilmu kimia ini menjadikan pelajaran kimia menjadi menyenangkan,” tandasnya.

Lebih lanjut Riyanto, menjelaskan mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia juga telah menorehkan prestasi dengan mengajar di luar negeri. Ada sepuluh mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia mengikuti Program South East Asia (SEA) Teacher Project di Thailand dan Philipina. Program ini diselenggarakan The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMO).

Ke depan, kata Riyanto, pihaknya akan berupaya untuk terus meningkatkan akreditasinya. Setelah meluluskan mahasiswa, tiga tahun ke depan, Prodi Pendidikan Kimia akan berupaya untuk meraih akreditasi A. “Setelah berhasil mencapai akreditasi A, selanjutnya akreditasi internasional,” katanya.

Sementara Dekan FMIPA, Drs Allwar, MSc, PhD mengatakan Prodi Pendidikan Kimia yang terakreditasi B diharapkan tidak hanya menghasilkan sarjana pendidik yang ahli dalam manajemen kurikulum, pengajaran, dan pengambil keputusan. Tetapi mereka juga ahli dalam penelitian sebagai pengembangan dirinya, kewirausahaan dan siap di dunia industri swasta atau pemerintah.

Hal ini, kata Allwar, memberikan kesiapan para alumni nanti untuk berkompetisi dengan dunia global. Selama perkuliahan mahasiswa diberikan materi pedagogik dan materi keilmuwan kimia. “Penggabungan Program Studi Pendidikan Kimia dan Prodi Kimia di FMIPA bersinergi dalam pengembangan diri mahasiswa. Sehingga materi kimia dapat setingkat dengan Prodi Kimia,” kata Allwar. (end)






Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *