UIN SUKA dan IMAMU Dirikan Pusat Pelatihan Bahasa Arab

JAKARTA — Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta bekerjasama dengan Universitas Imam Muhammad bin Su’ud Al Islamiyyah (IMAMU) mendirikan Pusat Pelatihan Pengajar Bahasa Arab. Naskah kerjasama kedua perguruan tinggi ditandatangani di Jakarta, Kamis(13/4/2017).

Naskah Memorandum of Understanding (MoU) ditandatangani Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof KH Yudian Wahyudi PhD dan Pimpinan IMAMU Prof Dr Sulaiman bin Abdullah Abal Khayl. Pusat Pelatihan Pengajar Bahasa Arab ini diperuntukan bagi mahasiswa perguruan tinggi, siswa sekolah dan santri pesantren.

Prof Sulaiman Abal Khayl mengatakan pentingnya kegiatan belajar dan mengajar Bahasa Arab yang merupakan bahasa alquran. “Kegiatan belajar dan mengajar, dengan beragam bentuknya merupakan satu hal yang sangat penting,” kata Prof Sulaiman Abal Khayl yang juga anggota Dewan Ulama Senior Kerajaan Arab Saudi.

Lebih lanjut, Sulaiman menyebut dengan ilmu dan kegiatan belajar mengajar membuat seseorang menjadi kritis. Seseorang bisa membedakan pemikiran yang menyimpang, salah satunya adalah pemikiran radikalisme dan ektremisme.

Pelaksanaan kerjasama ini akan didukung sebuah lembaga dana sosial pendidikan yang diketuai Dr. Abdullah Arrazen di bawah IMAMU. Lembaga ini akan mendukung para trainer, materi pembelajaran dan sertifikat pelatihan. Sedang peserta dan managemen pelaksanaan pelatihan akan dilaksanakan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Sementara Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Yudian Wahyudi berharap kerjasama bisa mendukung pengembangan ilmu alquran dan hadist di Indonesia. Selain itu, lembaga ini diharapkan dapat menjadi pusat interaksi antara umat Islam dari berbagai kalangan dan lapisan.

Kunjungan Rektor IMAMU dan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia ini merupakan bagian dari strategi kerjasama pendidikan antara Kerajaan Arab Saudi dan Republik Indonesia. Hal ini sekaligus merupakan tindak lanjut dari kunjungan Penjaga Dua Kota Suci Raja Salman bin Abdul Aziz beberapa waktu lalu ke Indonesia.

About The Author

Reply