Prodi Pendidikan Matematika UAA Gelar Cerdas Cermat

BANTUL — Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Alma Ata (UAA) Yogyakarta, Kamis (16/2/2017), menggelar Lomba Cerdas Cermat Matematika (LCCM). Lomba diikuti sebanyak 37 tim yang berasal dari Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah/sekolah sederajat dari lima kabupaten/kota Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dijelaskan Rino Ricardo MPd, Ketua Panitia LCCM, setiap tim terdiri dari dua orang. Mereka berkompetisi mulai dari babak penyisihan hingga babak final. Sedang soal yang dikerjakan para peserta ditentukan secara undian. Panitia mengambil empat juara yaitu juara I, II, III dan IV.

“Sebagai wujud apresiasi dari Universitas Alma Ata (UAA), para juara yang saat ini sudah kelas XII akan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi di UAA pada tahun ajaran baru 2017/2018. Sedang peserta yang belum beruntung menjadi juara akan mendapatkan apresiasi berupa bebas tes tertulis masuk UAA,” kata Rino Ricardo.

Peserta LCCM sedang mengerjakan soal di Kampus UAA Yogyakarta, Kamis (16/2/2017). (foto : heri purwata)

Lebih lanjut Rino menjelaskan LCCM ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan siswa-siswi SMA dan sekolah sederajat memiliki budaya berpikir logis, kritis dan cepat menyelesaikan persoalan. Sehingga jika mereka menapaki dunia yang sebenarnya dapat berpikir logis, kritis dan menyelesaikan masalah dengan cepat.

Sementara Rektor UAA, Prof Dr H Hamam Hadi MSScD, SpOGK menandaskan mencintai Matematika akan mendapat apresiasi yang lebih tinggi dari mata pelajaran lain. Sebab Matematika sangat dibutuhkann dalam kehidupan sehari-hari.

“Salah satu contohnya, peserta yang akan mengikuti lomba bangun tidur sudah menghitung berapa menit perjalanan menuju Kampus UAA. Sehingga para peserta telah mempersiapkan diri agar tidak terlambat mengikuti lomba ini,” kata Hamam Hadi.

Selain itu, Hamam Hadi berharap semoga para peserta LCCM dan para pecinta matematika dicerdaskan hati dan pikirannya oleh Allah SWT. Sehingga dapat menggunakan ilmu matematika untuk membangun hari esok yang lebih baik dan berguna bagi kemaslahatan umat dalam kehidupan sehari-hari. “Semoga peserta menjadi pembelajar dan pengajar Matematika di masa depan,” katanya.

About The Author

Reply