Mahasiswa KKI UMY Tingkatkan Kompetensi

Mahasiswa KKI FAI UMY seusai mengikuti pelatihan NLP di Yogyakarta, Ahad (6/11/2016). (foto : Ratih Nur Aini)

Mahasiswa KKI FAI UMY seusai mengikuti pelatihan NLP di Yogyakarta, Ahad (6/11/2016). (foto : Ratih Nur Aini)

YOGYAKARTA — Mahasiswa Komunikasi Konseling Islam (KKI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FAI UMY) mengikuti pelatihan Neuro Linguistic Programming (NLP) untuk konselor Ahad (6/11/2016). Pelatihan yang digelar di gedung Balai Besar Diklat Kesejahteraan Sosial Yogyakarta dibimbing Teddi Prasetya Yuliawan SPsi, pendiri komunitas virtual pembelajar NLP pertama dan terbesar di Indonesia.

“Saya senang mengikuti kegiatan ini karena sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Pelatihan ini tidak ditemui di bangku kuliah dan ilmunya sangat bermanfaat. Saya mengharapkan pelatihan ini diadakan lagi,” kata Ummy Kulsum, mahasiswa Jurusan KKI FAI UMY di Yogyakarta, Sabtu (19/11/2016).

Menurut Very Julianto MPsi, General Manager CV Gama Adinata pelatihan NLP ditujukan untuk professional di semua bidang yang terdapat proses konseling di dalamnya. Di antaranya, konseling di bidang kesehatan meliputi konseling jiwa dan konseling gizi; konseling di bidang pendidikan meliputi guru dan dosen; konseling di bidang sosial perkembangan; konseling di bidang industri; dan juga konseling di bidang organisasi.

Lebih lanjut Very menjelaskan diharapkan pelatihan NLP ini mampu membangun pikiran yang sehat dan tidak terdistorsi permasalahan klien. Terutama saat konselor dalam prakteknya dihadapkan pada perilaku-perilaku dan masalah-masalah klien.

Sementara Teddi Prasetya Yuliawan dalam pelatihannya mengatakan Neuro berarti sistem saraf (pikiran), tempat pengalaman kita yang diproses melalui kelima panca indera. Sedangkan Linguistic merupakan sistem komunikasi verbal dan non verbal tempat pengalaman kita dikode, diatur dan diberi makna. Serta Programming merupakan kemampuan untuk mengenal dan mendayagunakan program sistem neurologi untuk mencapai tujuan spesifik yang diinginkan.

“Saya menyambut Anda dengan penuh kebahagiaan, sebab itu artinya akan bertambah lagi satu orang pembelajar NLP yang akan menjadi mitra pertumbuhan bagi banyak orang. Pertumbuhan adalah kata kunci dari lahirnya para pemimpin negeri yang hadir untuk mengabdi dan menciptakan kesejahteraan,” kata Teddi saat memulai pelatihan NLP.

Lebih lanjut Teddi dalam pelatihan bertema How to Have Healthy Mind menjelaskan, pendekatan terapi NLP dapat memprovokasi klien untuk melakukan pencariaan solusi, mengajak klien untuk fokus pada kondisi yang diinginkan (desired state), mengubah problem frame menjadi outcome frame dan memahamkan klien bahwa terapi adalah tanggung jawabnya sendiri sedangkan terapis adalah fasilitator.

Penulis : Ratih Nur Aini

Editor : Heri Purwata

Tags:

About The Author

Reply