UPN Yogyakarta Ikuti CRISU-CUPT di Thailand

Cecelia bersama dengan mahasiswa dari Thailand, Filipina, dan Cina. (foto : istimewa)

Cecelia bersama dengan mahasiswa dari Thailand, Filipina, dan Cina. (foto : istimewa)

YOGYAKARTA — Universitas Pembangunan Nasional (UPN) ‘Veteran’ Yogyakarta mendapat giliran mengikuti The 11th Council of Rectors of Indonesian State Universities – Council of University Presidents of Thailand (CRISU-CUPT) International Conference 2016 di Chiang Mai, Thailand (28-31/10/2016). Konferensi internasional ini diharapkan dapat mewujudkan Asia yang lebih baik di masa depan.

Delegasi UPN ‘Veteran’ Yogyakarta terdiri Rektor Prof Dr Ir Sari Bahagiarti K MSc dan tiga dekan yaitu Dr Machya Astuti Dewi MSi (Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik), Dr Ir Suharsono MT (Fakultas Teknologi Mineral), Partoyo SP MP PhD (Fakultas Pertanian). Selain itu, dua mahasiswa yaitu Cecelia Dwi W (Ilmu Komunikasi) dan Wisnu Harimurti (Teknik Geologi).

Konferensi yang diselenggarakan Maejo University Chiang Mai ini mengetengahkan tema “Global Challenge for the Future of Universities toward having a Green Economy.” Ada tiga forum pada CRISU – CUPT yang ke-11 yakni forum rektor, forum dekan dan forum mahasiswa.Pada forum mahasiswa membahas tentang “Strengthening Indonesian-Thai Student Interaction to Prepare ASEAN Future Leaders”. Cecelia mengungkapkan diskusi ini mahasiswa dari Thailand dan Indonesia berharap kedepannya terdapat kegiatan lanjutan seperti pertukaran mahasiswa, pertukaran budaya dan lain-lain.

“Namun kami juga menyadari bahwa terdapat banyak kendala seperti kurangnya kesadaran mahasiswa untuk terlibat pada interaksi lintas budaya sehingga ada banyak peluang yang terlewat begitu saja,” kata Cecelia.

Lebih lanjut Cecelia mengatakan selain mahasiswa tuan rumah dan Indonesia, juga ada perwakilan dari Filiphina dan Cina. Mereka memberikan opininya terkait perkembangan kepemimpinan generasi muda di ASEAN.

Bagi Cecelia, CRISU – CUPT merupakan aktivitas internasional yang kesekian kalinya. Sebelumnya, Januari 2016 lalu ia tergabung dalam kegiatan d’CATCH (de-Centralized Asian Transnational Challenges) di Universitas Santo Thomas Manila, Philipina bersama beberapa mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” lainnya.

Sementara Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Yogyakarta, Dr Subhan Afifi mengatakan pihaknya selalu mendukung aktivitas mahasiswa yang dapat mengembangkan kemampuan analisa, praktik dan perluasan jaringan. “Kegiatan dan kerjasama internasional adalah salah satu prioritas kami agar mahasiswa semakin sadar bahwa tantangan masa depan adalah globalisasi,” kata Afifi.

Ke depan, lanjut Afifi, semakin memudarnya batas wilayah sehingga mobilitaspun semakin tidak terbatas. Karena itu, mahasiswa harus senantiasa menambah kemampuannya agar mampu turut dalam persaingan tersebut.
Penulis : Heri Purwata






Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *