Kurikulum Ekonomi Syariah Perlu Diperbarui

Prof Sutrisno saat berbicara pada Koordinasi Forum Ekonomi Syariah Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di UMY, Jumat (5/11/2016). (foto:istimewa

Prof Sutrisno saat berbicara pada Koordinasi Forum Ekonomi Syariah Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di UMY, Jumat (5/11/2016). (foto:istimewa

YOGYAKARTA — Prof Sutrisno, Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat Muhamamdiyah mengungkapkan kurikulum perguruan tinggi, khususnya pada program studi Ekonomi Syariah perlu diperbarui. Selama ini, mahasiswa strata satu di Indonesia dinilai terlalu banyak dibebani jumlah mata kuliah sehingga tidak efektif jika dibandingkan dengan jumlah total Satuan Kredit Semester (SKS) yang harus diselesaikan.

Prof Sutrisno mengungkapkan hal tersebut pada Koordinasi Forum Ekonomi Syariah Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di Ruang Sidang AR. Fakhrudin A lantai 5 pada Jumat (5/11/2016). Forum tersebut diikuti dua perwakilan PTM yang memiliki program studi Ekonomi Syariah atau Muamalat.

Acara ini merupakan rangkaian Koordinasi Forum Ekonomi Syariah dan Workshop Kurikulum Perguruan Tinggi Muhamamdiyah se-Indonesia. “Mahasiswa tingkat sarjana itu diwajibkan untuk menyelesaikan 144 SKS dalam jangka waktu maksimal tujuh tahun. Sedangkan 144 SKS itu rata-rata oleh perguruan tinggi dibagi kedalam 70 mata kuliah, dengan masing-masing mata kuliah dua SKS. Itu (mata kuliah) terlalu banyak. Harusnya 144 SKS itu terdiri dari 30 sampai 40 mata kuliah saja,” kata Sutrisno.

Sutrisno juga memaparkan hal ini pernah direview dan banyaknya jumlah mata kuliah akan terjadi overlapping. “Nanti apa yang akan diajarkan pada program S2 sudah diajarkan semuanya di S1. Harusnya mata kuliahnya dikurangi satu pertiganya, sehingga bobot SKS-nya jadi tiga atau 4,” tandas Sutrisno.

Sedang Dyah Pikanthi Diwanti SE MM, ketua panitia menjelaskan forum ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan forum-forum Ekonomi Syariah yang diadakan di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) beberapa waktu lalu. “Acara ini akan dilaksanakan dari tanggal 4 hingga 5 November, dengan agenda membahas dan mendiskusikan kurikulum program studi Ekonomi Syariah yang sesuai dengan KPT,” kata Dyah.

Selain itu, Dyah menyebutkan akan dicetuskan Asosiasi Ekonomi Syariah oleh Majelis Dikti PP Muhammadiyah. “Harapannya kedepannya kami dapat lebih saling bersilaturrahmi dan berdiskusi untuk mengembangkan program studi Ekonomi Syariah di Perguruan Tinggi Muhammadiyah,” katanya.

Penulis : Heri Purwata

About The Author

Reply