Kerjasama Dosen dan PLP Wujudkan Penelitian Berkualitas

Feri Ramadhan saat berbicara pada seminar nasional di UGM Yogyakarta, Kamis (20/10/2016). (foto : istimewa)

Feri Ramadhan saat berbicara pada seminar nasional di UGM Yogyakarta, Kamis (20/10/2016). (foto : istimewa)

YOGYAKARTA — Untuk mewujudkan penelitian yang berkualitas perlu ada kerjasama antara dosen peneliti dan Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP). Hal ini merupakan salah satu rencana kerja Direktorat Jenderal Sumber Daya IPTEK dan Dikti untuk mewujudkan PLP yang kompeten dan profesional.

Demikian diungkapkan Kasubdit Karir Tenaga Kependidikan Dikti, Dr Feri Ramadhan dalam seminar nasional Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Indonesia, di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Kamis (20/10/2016). Seminar diselenggarakan Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan (PPLP) UGM bekerjasama dengan Direktorat Sumber Daya Manusia UGM.

“Berkaitan dengan riset, kata kuncinya adalah kerjasama PLP dengan dosen peneliti. Mereka itu seharusnya bermitra, jadi jangan sampai justru bersaing,” kata Feri Ramadhan di hadapan sekitar 400 orang PLP, Laboran, dan Teknisi dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut Feri mengatakan untuk menunjang peran PLP sebagai motor riset, Kemristekdikti telah merancang berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan intensif bagi para PLP. Hal ini diharapkan dapat menjadi bukti perhatian yang sama dari pemerintah baik kepada dosen maupun kepada PLP.

“Sudah seharusnya PLP di-support dengan stimultan-stimultan untuk terus mendorong kinerja mereka. Kita rencanakan akan dilakukan program training dan exchange ke luar negeri sama seperti para dosen,” kata Feri.

Sementara Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Prof Dr Suratman mengatakan peran strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dimiliki perguruan tinggi. Dalam hal riset, aktor yang berperan bukan hanya dosen atau peneliti. Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) juga menempati kedudukan yang penting dalam menopang kemajuan riset di perguruan tinggi.

“Jantung ilmu pengetahuan sebagian besar ada di perguruan tinggi. Bapak Ibu bukan sekedar aset fakultas, aset pusat studi, atau laboratorium, tetapi sesungguhnya Bapak Ibu adalah aset bangsa ini untuk memperkuat riset dan meningkatkan daya saing bangsa,” kata Suratman.

PLP lanjut Suratman, merupakan jabatan fungsional pelaksana teknis di bidang pengelolaan laboratorium. Tugas pokok PLP adalah mengelola laboratorium melalui serangkaian kegiatan perancangan kegiatan laboratorium, pengoperasian peralatan dan penggunaan bahan. Selain itu, PLP melakukan pemeliharaan perawatan peralatan dan bahan, mengevaluasi sistem kerja laboratorium, dan mengembangkan kegiatan laboratorium baik untuk pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Karena itu, PLP bukan hanya menjadi pemeran pembantu dalam penelitian, melainkan memegang peran sebagai salah satu motor yang mendorong riset bersama para peneliti. Sehingga diperlukan sebuah roadmap nasional yang merancang pengembangan PLP dalam tahun-tahun mendatang.

“Harap ada perubahan manajemen infrastruktur laboratorium. Alat-alat canggih yang diperlukan untuk riset harus segera diadakan dan kita harus merebut teknologi produk-produk paten untuk dihilirisasi. UGM sudah memulai ini, dan harapannya di universitas lain juga mulai dibuat masterplan,” ujarnya.

Penulis : Heri Purwata






Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *