Cilacs UII Beri Pelatihan TOEFL Bagi Guru

 

YOGYAKARTA — Sebanyak 90 guru Bahasa Inggris dari 45 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapatkan peningkatan kompetensi melalui seminar Test of English as a Foreign Language International Testing Programme (TOEFL ITP) di UII, Rabu (12/10/2016). Mereka mendapat pelatihan dari Center for International Language and Cultural Studies (Cilacs) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Dr Nur Feriyanto Wakil Rektor II UII mengatakan seminar TOEFL ITP merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) UII. Kegiatan ini merupakan sumbangan dari Cilacs UII untuk guru dari 45 SMA/SMK negeri dan swasta Kabupaten Sleman.

“Harapannya seminar ini bisa memberikan gambaran tentang TOEFL ITP serta informasi yang tepat bagi guru SMA. Selanjutnya, kemampuan tersebut akan diteruskan kepada para siswa masing-masing,” kata Nur Feriyanto kepada wartawan di Yogyakarta, Selasa (11/10/2016).

Sementara Fitri Nugraheni PhD, Kepala Cilacs UII mengatakan kemampuan dan kecakapan berbahasa Inggris menjadi hal yang sangat penting untuk dikuasai. Terutama bagi siswa SMA yang akan meneruskan pendidikan yang lebih tinggi.

“Saat ini, hampir semua perguruan tinggi telah menetapkan stadarisasi kecakapan Bahasa Inggris yang cukup tinggi, baik sebagai syarat masuk maupun syarat kelulusan,” tandas Fitri Nugraheni.

Lebih lanjut Fitri mengatakan guru Bahasa Inggris SMA memiliki peranan yang sangat penting dalam mentransformasikan ilmunya kepada anak didik. Karena itu, kemampuan guru Bahasa Inggris SMA/SMK harus ditingkatkan.

Saat ini, kata Fitri, kecakapan Bahasa Inggris dapat diukur dengan berbagai macam indikator. Salah satunya, TOEFL ITP dan cara ini sudah diketahui banyak orang. Namun belum banyak orang yang memahami tentang tips agar memperoleh nilai tinggi. Selain itu, prosedur pendaftaran tes, pembiayaan, pelaksanaan, sertifikat yang diperoleh serta ketentuan yang diberlakukan Educational Testing Service (ETS, AS) sebagai pihak resmi memiliki TOEFL ITP.

“Permasalahan tersebut menjadi celah bagi user untuk mencari jalan pintas dengan cara melaksanakan tes yang tidak resmi. Hal ini yang menggugah Cilacs UII untuk berbagi pengetahuan serta informasi yang tepat terkait TOEFL ITP,” tandasnya.

Penulis : Heri Purwata

About The Author

Reply