MATARAM, JOGPAPER.NET — Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) Nusa Tenggara Barat (NTB) kangen menyanyikan Hymne UII. Sebab Hymne UII dapat memberi semangat kepada alumni dalam berkiprah di masyarakat.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IKA UII NTB, H Muhammad Ramadhani mengungkapkan hal tersebut pada Sarasehan alumni UII NTB dengan Pimpinan UII dan wartawan, di Mataram, Ahad (15/2/2026) malam. Hal tersebut diungkapkan Ramadhani saat panitia Sarasehan tidak mengumandangkan Hymne UII pada awal pembukaan acara.
“Sebetulnya, kami menunggu-nunggu menyanyikan Hymne UII pada awal acara tadi. Sebab Hymne UII bisa membangkitkan semangat alumni. Ternyata tidak ada,” kata Ramadhani yang alumni Fakultas Teknologi Industri (FTI) tahun 1996 saat memberikan sambutan.
Namun setelah Ramadhani selesai menyampaikan sambutan, panitia Sarasehan langsung mengajak seluruh peserta menyanyikan Hymne UII. Peserta Sarasehan merupakan alumni dari seluruh Fakultas yang ada di UII dengan semangat menyanyikan Hymne UII dengan penuh semangat.
Ramadhani menjelaskan alumni UII di Nusa Tenggara Barat ada kurang lebih 500 orang. Mereka berasal dari seluruh fakultas yang dimiliki UII, dan sudah ada 295 yang telah tergabung dalam WhatsApp Group (WAG). Sedang sekitar 200-an belum tergabung WAG karena beberapa alasan.
Prof Dr Jaka Nugraha SSi, MSi, Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik dan Riset mengatakan alumni bukan sekedar pribadi yang pernah mengenyam pendidikan di UII. Tetapi mereka merupakan keluarga besar UII yang bertugas untuk kemaslahatan umat.
“Alumni yang sudah terjun di masyarakat merupakan representasi UII untuk mewujudkan visi UII sebagai perguruan tinggi yang rahmatan lil ‘alamin,” kata Jaka Nugraha.

Dalam Sarasehan juga dijelaskan kemajuan UII saat ini oleh Nadia Wasta Utami, Direktur Pemasaran UII. Nadia mengawali penjelasannya tetang tag line I’m UII yang telah dipromosikan ke berbagai tempat seperti bis, kereta api di Yogyakarta, Jakarta dan Surabaya.
Meskipun telah dipromosikan, kata Nadia, alumni UII memiliki peran penting dalam mengenalkan UII kepada masyarakat. “Alumni bisa memberikan pemahaman tentang UII terhadap masyarakat luas. Sehingga diharapkan muncul UII Pure Blood (keluarga alumni akan menyusul kuliah ke UII),” kata Nadia.
Dalam tanya jawab, Yoga Saputra, alumni Farmasi 2009 mengharapkan agar UII memiliki program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke daerah-daerah. Hal ini dimaksudkan agar UII semakin dikenal oleh masyarakat yang ada di pelosok.
Usulan Yoga Saputra ini dijawab Ilya, alumni Farmasi tahun 2024. Ilya mengungkapkan jika dirinya KKN di pedesaan Kalimantan Tengah selama satu bulan. “Saya aktif di organisasi mahasiswa dan Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM), beaya KKN di Kalimantan Tengah dibeayai kampus,” kata Ilya.
Namun hal yang belum mendapatkan jawaban memuaskan tentang beasiswa untuk program magister (S2) dan doktoral (S3). Sekretaris Eksekutif UII, Hangga Fathana SIP, B Int St, MA mengatakan untuk kepastian adanya beasiswa S2 dan S3 masih akan didiskusikan dengan Rektor, Dekan dan Ketua Program Studi. (*)
