Prodi DHI dan MIAI UII Perkuat Soft Skill Mahasiswa

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Program Studi Doktor Hukum Islam (DHI) dan Magister Ilmu Agama Islam (MIAI), Fakultas Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia (FIAI UII) memperkuat soft skill mahasiswa di bidang public speaking dan manajemen dakwah. Penguatan soft skill yang dikemas dalam workshop ini dilaksanakan secara Daring (dalam jaringan), Rabu (15/9/2021).

Ketua Prodi DHI, Dr Drs Yusdani MAg mengatakan penguatan soft skill public speaking ini dimaksudkan agar mahasiswa bisa mempresentasikan desertasi dan tesis secara singkat, efektif dan komunikatif. Namun ketrampilan ini juga bisa digunakan untuk mempresentasikan makalah mahasiswa saat menjadi nara sumber dalam seminar, workshop, dosen dan lain-lainnya.

“Ketika ujian desertasi dan tesis, mahasiswa memiliki waktu sekitar 10-15 menit untuk mempresentasikan hasil penelitiannya. Namun mereka sering ingin menyampaikan seluruh hasil penelitiannya sehingga waktu yang tersedia tidak cukup,” kata Yusdani dalam sambutan pembukaan workshop.

Sedang Ketua MIAI, Dr Dra Junanah MSI mengatakan workshop ini menampilkan dua nara sumber yaitu Drs Imam Mujiono MAg, dosen FIAI UII dan Dr Waris Fakhrudin MSI, Ketua Yayasan Peduli Umat Temanggung, Jawa Tengah. Imam Mujiono mengetengahkan materi ‘Public Speaking Skill’, sedang Waris Fakhrudin menyampaikan materi ‘Manajemen Dakwah’.

“Pak Imam Mujiono memiliki teknik-teknik untuk tampil di depan publik dan saat ini memiliki studio sehingga performance yang bagus saat mengajar secara Daring. Sedang Pak Waris memiliki pengalaman yang luar biasa dalama berdakwah di Indonesia dan luar negeri. Karena itu, mahasiswa harus bisa mengambil hikmah dari workshop ini,” harap Junanah.

Workshop ini dibagi dua sesi, pagi dan siang. Sesi pagi menampilkan pembicara Imam Mujiono dengan moderator Januariansyah Arfaizar SHI, ME, kandidat doktor Prodi DHI. Sesi siang, moderator Andi Musthafa SPd, Staf Program Pascasarjana FIAI UII. Sedang pembawa acara Nurafiqah Azizan, dari Universiti Kebangsaan Malaysia.

About The Author

Reply