Dosen UAD Latih Warga Bangunharjo Membuat Handsanitizer

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Dosen Program Studi Teknik Kimia Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dr Zahrul Mufrodi melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kalurahan. Bangunharjo, Kapanewon Sewon,  Kabupaten Bantul,  Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dia membantu warga Bangunharjo membuat handsanitizer secara mandiri.

“Harapannya, handsanitizer tersebut bisa digunakan sendiri ataupun dijual. Sehingga bisa menambah penghasilan keluarga warga Bangunharjo. Di masa pandemi Covid-19, handsanitizer merupakan kebutuhan bagi semua orang,” kata Zahrul Mufrodi di Yogyakarta, Ahad (14/3/2021).

Dijelaskan Zahrul, program pengabdian ini mengangkat judul ‘Meningkatkan upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 dengan memproduksi handsanitizer secara mandiri di Kalurahan Bangunharjo, Sewon,  Bantul,  Yogyakarta.’ Program ini dilaksanakan secara blended learning yaitu sebagian dilaksanakan secara online (Daring) dan sebagian lagi  secara tatap muka atau (Luring) dengan tetap memperhatikan standar protokol kesehatan.

Program ini, lanjut Zahrul, didahului dengan penjelasan secara online tentang pentingnya pelaksanakan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan menggunakan handsanitizer atau sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitasi dan interaksi. Penerapan 5 M sebagai langkah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Khusus untuk mencuci tangan, dikenalkan bagaimana cara membuat handsanitizer yang benar. Bahan-bahan yang diperlukan adalah  ethanol 96%, H2O2, gliserin 98% dan aquades,” jelas Zahrul.

Pengabdian ini dilakukan Selasa (2/3/2021) diawali dengan pelatihan secara online dengan menjelaskan tentang bahan-bahan yang diperlukan dan bagaimana cara pembuatannya. Di samping itu, warga Bangunharjo juga diminta untuk menyaksikan video berjudul  ‘Demonstrasi Edukasi Handsanitizer di Era New Reality.’ Video ini disiapkan untuk memudahkan warga Bangunharjo memahami cara pembuatan handsanitizer.

“Setelah pelatihan secara online, mereka mempraktekan secara langsung membuat handsanitizer yang dibimbing adik-adik mahasiswa UAD. Peserta pelatihan dibatasi dan menerapkan protokol kesehatan. Warga yang sudah dapat membuat handsanitizer secara mandiri bisa menularkan kepada warga lain,” kata Zahrul.

Zahrul menambahkan Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak negatif dan positif. “Dampak negatif telah kita rasakan bersama,  sedangkan dampak positifnya yaitu mengajarkan pola hidup yang lebih bersih.  Dengan senantiasa menjaga kebersihan maka kita semua bisa terhindar dari virus ini,” ungkap Zahrul.

About The Author

Reply