Pembentukan Ketua Kelompok Pedagang Efektif Jaga Kebersihan Beringharjo

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Pembentukan ketua kelompok pedagang sangat efektif untuk menjaga kebersihan di Pasar Tradisional Beringharjo Yogyakarta. Sebab keberadaan ketua sebagai koordinator dan akan melakukan koordinasi dengan anggota kelompoknya untuk mengatasi permasalahan kebersihan di lingkungan berdagangnya.

Demikian hasil penelitian Hanin Fitria, mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Program Magister Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (FTI UII) kepada wartawan secara Daring (dalam jaringan), Senin (21/12/2020). Dalam press conference, Hanin didampingi Ir Winda Nur Cahyo, ST, MT, PhD IPM, Ketua Program Studi Teknik Industri, Program Magister FTI UII.

Hanin Fitria mengangkat penelitian tentang ‘Analisis Pelayanan Pasar Tradisional Sebagai Upaya dalam Meningkatkan Kepuasan Pelangan, Studi Kasus: Pasar Beringharjo Yogyakarta.’ Ia mendapat bimbingan Dr Taufiq Immawan, ST, MM, Ketua Program Studi Teknik Industri, Program Sarjana FTI UII.

“Ketua kelompok akan melakukan koordinasi bagaimana mengatasi permasalahan kebersihan, penanganan keluhan. Selain itu, juga dapat memudahkan penyampaian informasi produk kepada konsumen,” kata Hanin Fitria yang mengambil 69 responden untuk penelitian ini.

Selain kebersihan, pelayanan Pasar Beringharjo yang paling kritis dan perlu dilakukan perbaikan segera adalah penanganan keluhan yang diajukan konsumen, serta kejelasan dan kemudahan informasi produk. Perbaikan ketiga keluhan masyarakat tersebut diharapkan dapat menaikan tingkat kepuasan pelanggan terhadap Pasar Beringharjo.

Berdasarkan hasil penelitiannya, terdapat enam penyebab utama kurang puasnya pelanggan terhadap pelayanan di Pasar Beringharjo. Pertama, masyarakat pasar tidak disiplin dalam membuang sampah pada tempat sampah. Kedua, tidak tersedianya kantong pembuangan sementara di setiap kios.

Kemudian ketiga, pembuangan sampah liar dari pihak luar. Keempat, penempatan tempat sampah kurang merata dan kurang strategis. Kelima, kurang tegasnya sanksi pelanggaran pembuang sampah. Keenam, kurangnya jadwal pelaksana kebersihan.

Selain pembentukan ketua kelompok pedagang, untuk meningkatkan kepuasan pelayanan pelanggan Pasar Beringharjo perlu dipasang papan himbauan dan sanksi yang dapat dilihat oleh semua masyarakat pasar dan juga pihak luar.

“Peringatan dan sanksi dapat berupa sebuah papan peringatan, pengeras suara, dan stiker yang diletakkan di tempat strategis setiap sudut Pasar Beringharjo,” kata Hanin Fitria.

Fitria mengharapkan hasil penelitian ini dapat pertama, memberikan manfaat dalam pengembangan pelayanan di Pasar Beringharjo. Kedua, memberikan manfaat bagi pimpinan karena dapat mengidentifikasi kualitas pelayanan yang diperkirakan dapat menjadi nilai tambah dalam menjalin hubungan dengan para stakeholders Pasar Beringharjo. Ketiga, memberikan rekomendasi teknik pengembangan pelayanan Pasar Beringharjo yang lebih tepat sasaran dan mempertimbangkan berbagai macam aspek.

About The Author

Reply