PSPA UII dan TLM POLKESYO Selenggarakan Promkes Berbasis IPE

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Program Studi Profesi Apoteker (PSPA), Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII) berkolaborasi dengan Prodi Teknologi Laboratorium Medik (TLM), Politeknik Kesehatan Yogyakarta (POLKESYO) menyelenggarakan program Promosi Kesehatan (PROMKES) berbasis Inter Professional Education (IPE), Sabtu (17/10/2020).

PROMKES berbasis IPE dengan tema ‘Sehat Jiwa dan Raga di Masa Pandemi’
ini dilaksanakan secara virtual atau Daring melalui Zoom Meeting. Mahasiswa PSPA UII dan TLM POLKESYO peserta program ini memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang bagaimana menjaga kesehatan fisik dan mental di masa pandemi Covid-19.

Yosi Febrianti, dosen Jurusan Farmasi UII mengatakan PROMKES ini merupakan salah satu program unggulan PSPA UII. Program ini dilaksanakan secara rutin setiap satu semester. “Ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat serta materi pembelajaran pada blok farmasi komunitas,” kata Yosi Febrianti.

Dijelaskan Yosi, dalam kegiatan ini, dosen bersama mahasiswa terjun langsung ke masyarakat untuk menggali dan mengidentifikasi permasalahan kesehatan. Selanjutnya, Tim PROMKES akan merancang suatu program untuk membantu mencegah dan mengatasi permasalahan tersebut. Tim PROMKES berupaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan program yang telah dirancang.

Pandemi Covid-19, kata Yosi, tidak menyurutkan semangat PSPA UII untuk tetap melaksanakan PROMKES kepada masyarakat. Saat ini, dikembangkan metode lain untuk tetap menyelenggrakannya melalui online. “Kali ini kami mengimplementasikan IPE antara mahasiswa PSPA UII dan TLM POLTEKES Yogyakarta,” kata Yosi.

Penerapan IPE, lanjut Yosi, bukan kali ini saja dilaksanakan PSPA UII. Namun sebelumnya, PSPA UII telah berkolaborasi dengan beberapa fakultas seperti Fakultas Kedokteran dan Psikologi UII, dan di tahun 2019 PSPA UII berkolaborasi dengan Faculty of Pharmacy dan Public Health, Rhode Island University.

PSPA UII, kata Yosi, terus berinovasi dalam proses pembelajaran khususnya dalam pengembangan pembelajaran IPE. Implementasi pembelajaran IPE sebagai pengenalan sejak dini pada seluruh mahasiswa bahwa setiap profesi dapat bekerjasama dan berkolaborasi dalam memberikan pelayanan kesehatan. Mahasiswa juga diharapkan dapat menyadari dan memahami bahwasanya terdapat perbedaan peranan serta tanggungjawab antar profesi kesehatan.

“Jurusan Farmasi UII berkomitmen untuk terus mengembangkan pembelajaran IPE. Hal ini merupakan langkah strategis bagi klaster kesehatan pada seluruh universitas di Indonesia untuk mencetak lulusan yang amanah, professional, dan dapat berkejasama, berkolaborasi antar profesi di bidangnya serta mampu menjawab tantangan kesehatan di Indonesia,” katanya.

Sementara Budi Setiawan, dosen Prodi Teknologi Laboratorium Medik menambahkan kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi institusi, mahasiswa dan dosen. Mereka mendapatkan pengalaman berkolaborasi dalam menangani kesehatan serta publikasi program ini.

“Ke depan, kegiatan ini tidak hanya dalam bentuk pengabdian pada masyarakat tapi juga dalam berbagai bentuk kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi lainnya,” kata Budi Setiawan.

About The Author

Reply