‘Kutunggu di Pojok Ngasem’ Wadah Kreativitas Mahasiswa UWM

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, Jumat (11/9/2020), meluncurkan Kanal YouTube ‘Kutunggu di Pojok Ngasem’ di Pendopo Agung Dalem Mangkubumen. Program ini merupakan wadah bagi kreativitas mahasiswa UWM sepanjang tahun. Peluncuran dilakukan Rektor UWM, Prof Dr Edy Suandi Hamid yang disaksikan mahasiswa baru yang ada di Pendopo Agung dan di rumah masing-masing melalui streaming.

Menurut Wakil Rektor 3, Puji Qomariyah MSi yang juga penggagas ‘Kutunggu di Pojok Ngasem’ merupakan program untuk menghidupkan suasana akademik di lingkungan sivitas akademika UWM. Program yang mengoptimalkan seluruh ruang kampus UWM agar selalu tumbuh dinamika sepanjang waktu di lingkungan UWM.

Dijelaskan Puji Qomariyah, Kampus UWM yang berada di lingkungan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat memiliki sejumlah keuntungan. Ada tempat dan ruang yang representatif untuk menyemaitumbuhkan dialog-dialektika dalam berbagai ranah dan aras dalam koridor Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satunya, Pendapa Agung Dalem Mangkubumen.

“Sejak Maret 2020 UWM mencoba menggali potensi untuk lahirnya program-program bagi sinergi maupun kolaborasi yang melibatkan segenap sivitas akademika UWM maupun dengan masyarakat luas,” kata Puji Qomariyah.

Sementara Edy Suandi Hamid sangat mendukung program ini dan mengharapkan dapat memberikan kemajuan bagi sivitas akademika UWM serta masyarakat luas. Edy mencontohkan dalam program ‘Kutunggu di Pojok Ngasem’ ada pertemuan pada Kamis Legen atau setiap hari Kamis Legi.

Dalam pertemuan ini akan berkumpul para stakeholder UWM. Mereka diajak ngopi pagi, makan pecel, sarapan, bakmi dan berbicara apa saja secara lepas. “Mungkin dari pembicaraan itu memberikan kemanfaatan, tidak hanya bagi UWM tetapi bagi masyarakat semuanya,” kata Edy.

Selain itu, lanjut Edy, ada Pendopo Ageng meet monthly performance akan ada pertemuan di malam bulan purnama. Pertemuan bisa diisi dengan musik, baca puisi, wayangan, diskusi-diskusi semua mahasiswa dan komunitas bisa memanfaatkan. Juga pada Oktober Festival bersamaan dengan Dies Natalis UWM setiap 7 Oktober 1992.

“Kegiatan kita ini akan memberikan kemanfaatan bagi semua mengenalkan UWM ke kancah yang lebih luas, tingkat nasional dan global. Siapa saja boleh mengisi acara ini I’m waiting in Pojok Ngasem,” kata Edy.

Karena itu, Edy mengharapkan agar mahasiswa mendesain acara yang bisa ditampilkan pada ‘Kutunggu di Pojok Ngasem’ untuk meramaikan kanal YouTube ini. YouTube bisa mempopulerkan, mempromosikan siapa pun. Salah satunya, Film Tilik,sebuah film yang memenangkan kompetisi dua tahun lalu. Masuk YouTube, langsung dikenal orang dan melejitkan Bu Tejo dan menjadi bintang iklan.

“Kutunggu di Pojok Ngasem ada acara untuk YouTubers. Jadikan kegiatan ini untuk mengisi kegiatan saudara. Setelah diluncurkan dapat meramaikan kancah budaya, akademik ke seluruh dunia,” harap Edy.

About The Author

Reply