UII, URI dan Poltekesyo Kolaborasi Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Jurusan Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII) bekerja sama dengan University of Rhode Island (URI) USA dan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Yogyakarta (Poltekesyo) mengadakan J-Term 2020. Kegiatan yang berlangsung Selasa-Ahad (7-12/1/2020) ini memberi bekal kepada mahasiswa untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Demikian diungkapkan Pinus Jumaryatno, MPhil, PhD, koordinator J-Term 2020 kepada wartawan di Kampus FMIPA UII, Selasa (7/1/2020). Pinus didampingi Dr Iswanto, Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswa dan Kerjasama Poltekes Yogyakarta, Brook Ross, Matt Bertin PhD, Kerri Ellis dari URI USA.

Lebih lanjut Pinus mengatakan sebanyak 10 mahasiswa UII dari disiplin ilmu farmasi, psikologi dan kedokteran yang didampingi enam dosen. Sedang dari Poltekesyo ada 10 mahasiswa dan lima dosen. Mahasiswa URI ada 21 orang mereka berasal dari disiplin ilmu keperawatan, farmasi, ilmu kesehatan, dan lingkungan hidup, serta empat dosen.

J-Term 2020, kata Pinus, mengusung topik Global Health Indonesia J-Term 2020: Interdisciplinary Exploration of Key Health Issues and Social Determinants of Health in Relation to the World Health Organization Sustainable Development Goals In Indonesia. Kegiatan ini meliputi kuliah tamu, student interprofessional working group dan pengabdian masyarakat.

Kuliah tamu, jelas Pinus, disampaikan dosen-dosen dari jurusan Farmasi UII, Psikologi UII, College of Pharmacy URI, College of Nursing URI, College of Health Science URI dan PolKesYO dengan topik Non Communicable Diseases in Indonesia dan Indonesian Traditional Medicine. Sedang Student Interprofessional Working Group merupakan sarana pembelajaran berbasis Interprofessional Education (IPE) dengan topik diabetes, stroke, hipertensi dan smoking cessation antara mahasiswa S1 Farmasi, Profesi Apoteker, Kedokteran dan Psikologi UII dengan mahasiswa URI dan Poltekes Yogyakarta.

Sementara pengabdian masyarakat dilakukan sebagai salah satu bentuk implementasi hasil pembelajaran dari Student Interprofessional Working Group dan promosi kesehatan pada masyarakat di Kabupaten Sleman. Pengabdian masyarakat ini akan melibatkan kurang lebih 250 Prolanis (program pengelolaan penyakit kronis) di empat Puskesmas wilayah Kabupaten Sleman antara lain Puskesmas Ngaglik 1, Puskesmas Ngaglik 2, Puskesmas Ngemplak 1 dan Puskesmas Prambanan.

“Pada kegiatan ini, masyarakat diedukasi tentang bagaimana pola hidup sehat untuk mengurangi komplikasi akibat diabetes dan hipertensi serta mengenali gejala awal stroke dan pencegahannya,” kata Pinus.

Penyuluhan mengenai pola hidup sehat dan preventif juga dilakukan kepada masyarakat di Dusun Pelem, Harjobinangun, Pakem, Sleman sebagai bentuk kerjasama Farmasi UII dengan Sekolah Islam Afkaaruna. “Pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat melebatkan manfaat kepada masyarakat melalui pendekatan berbagai bidang keilmuan dan lintas negara. Selain itu, mahasiswa bisa sharing pengalaman internasional dan diharapkan mengembangkan cakrawala berpikir semakin luas. Sedangkan masyarakat mendapatkan edukasi melalui pendekatan selain terapi farmakologi,” jelasnya.

About The Author

Reply