Tim Prodi Statistika UII Optimalisasi KSM Dusun Mendiro

SLEMAN, JOGPAPER.NET –Tim Program Studi Statistika, Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII) melakukan optimalisasi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Dusun Mendiro, Desa Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Tim dipimpin Dr Edy Widodo, SSi, MSi dengan anggota Sekti Kartika Dini, MSi, Achmad Fauzan MSi, Novendri Isra Asriny, dan Muthia Citra Safira.

Dijelaskan Edy Widodo, kegiatan ini merupakan bentuk pelaksanaan Hibah Pengabdian Masyarakat dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UII. Tujuan pengabdian masyarakat ini menitikberatkan pada optimalisasi Desa Wisata Mendiro.

“Dusun Mendiro memiliki IPAL (Instalasi Pembuangan Air Limbah) percontohan yang sudah berfungsi secara baik dan sudah dijadikan rujukan nasional. Di samping itu, dusun ini juga kaya akan potensi wisata di antaranya holtikultura, kesenian gamelan, batik, dan masih banyak lainnya,” kata Edy.

Potensi Dusun Mendiro, kata Edy, perlu dioptimalkan agar semakin baik dan terkenal. “Masih diperlukan upaya promosi secara simultan dan kontinu ke depannya. Tujuan kegiatan ini optimalisasi desa wisata yang sedang dirintis dengan proses promosi melalui media social dan website serta penataan proses administrasi,” katanya.

Pengabdian masyarakat dijadwalkan selama lima bulan dan sudah dimulai sejak bulan Juli 2019. Materi penyuluhan meliputi pengenalan jenis-jenis media yang aplikatif, mudah digunakan, dan mudah dikembangkan melalui media online maupun offline. Peserta diajak untuk bermain Kahoot untuk mengetahui seberapa besar potensi yang bisa dioptimalkan.

“Secara online, pemuda diajak untuk mengembangkan promosi melalui Instagram, Youtube, dan pembuatan peta spasial. Sementara untuk desain menggunakan media Canva dan Posters. Sebagai evaluasi diperkenalkan Google Form untuk prospek ke depannya,” ujar Edy.

Ketua KSM Mendiro, Prapto Suharyana mengungkapkan rasa terima kasih kepada tim. Menurutnya, penyuluhan ini menguatkan pemuda untuk promosi secara online, sedang bapak-bapak dikuatkan melalui promosi offline. Sehingga nantinya akan sinergis dari keduanya.

Penulis : Heri Purwata

About The Author

Reply