Tieto Ramadhona Jabat Ketua FIKAF UII

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Tieto Ramadhona, SSi, Apt terpilih sebagai Ketua Umum FIKAF UII (Forum Komunikasi Keluarga Alumni Farmasi, Universitas Islam Indonesia) periode 2019-2024. Pelantikan dilakukan Ketua DPW IKA (Dewan Pimpinan Wilayah) UII DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta), Didik Nurdewantara SH, MM di Auditorium FMIPA UII, Ahad (14/4/2019).

Dalam kepengurusan, Tieto Ramadhona didampingi Sekretaris, Mutia Nilam Hapsari, SSi, Apt; Bendahara, Endaryanti, SSi, Apt. Kepengurusan ini dilengkapi tiga bidang yaitu Bidang Organisasi dan Keanggotaan/Departemen SDM; Bidang Humas, Kerjasama dan Kesejahteraan Anggota; Bidang Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat.

Didik Nurdewantara berpesan agar FIKAF selalu solid dan terbuka menampung aspirasi dari para anggota. Selain itu, FIKAF diharapkan turut aktif dalam kegiatan DPW IKAUII.

Ketua Jurusan Farmasi, Yandi Syukri mengatakan kepengurusan baru diharapkan melanjutkan program yang telah dirintis FIKAF periode sebelumnya. “Kami berharap kepengurusan periode ini dapat mengupayakan inovasi program agar kemanfaatan FIKAF dapat dirasakan oleh alumni secara lebih luas,” kata Yandi.

Sedang Direktur Pengembangan Karier Alumni UII, Abdurrahman Al-Faqiih, SH, MA, LLM mengapresiasi program donasi alumni yang telah digagas FIKAF. Menurutnya, donasi ini menjadi inspirasi bagi universitas untuk lebih mengembangkan program tersebut dan berharap dapat terus dilanjutkan.

Sementara Dekan FMIPA UII, Prof Riyanto mengatakan Farmasi yang telah meluluskan kurang lebih 5.000 alumni merupakan modal besar untuk menyusun program yang bermanfaat bagi almamater. “Branding UII dengan menerapkan kinerja profesional nan islami di tempat praktik / kerja alumni serta inisiasi adanya beasiswa untuk adik angkatanya harus terus dijaga dan digaungkan ke seluruh alumni Farmasi UII,” kata Riyanto.

Riyanto mengharapkan FIKAF sebagai wadah dan media komunikasi dari banyak aspirasi sehingga bisa terjadi transfer informasi dan kemanfaatan. “Semoga semua anggota FIKAF senantiasa berilmu amaliah dan beramal ilmiah,” tandas Riyanto.

About The Author

Reply