Fathul Wahid : UII Siapkan Warga Global

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Dr Fathul Wahid, ST, MSc, PhD menandaskan sekat antarnegara semakin  pudar akibat globalisasi. Karenanya, UII menyiapkan berbagai skenario internasionalisasi untuk menyiapkan organisasi dan warga organisasinya menjadi warga global.

Fathul Wahid yang menjabat Rektor UII Periode 2018-2022 menandaskan hal itu saat Media Gathering pimpinan UII dan wartawan di Yogyakarta, Selasa (3/7/2018). Fathul Wahid didampingi Wakil Rektor I Drs Imam Djati Widodo MEng,Sc, Wakil Rektor II Dr Zaenal Arifin MSi, Wakil Rektor III Dr Rohidin SH, MAg, Wakil Rektor IV Ir Wiryono Raharjo M.Arch, PhD.

Lebih lanjut Fathul mengatakan internasionalisasi merupakan semangat asasi UII sejak didirikan pada 27 Rajab 1364 atau 8 Juli 1945. “Semangat itu akan terus dijaga dan disesuaikan dengan konteks kekinian,” kata Fathul.

Dijelaskan Fathul, internasionalisasi bertujuan untuk menyiapkan warga global yang di dalamnya terdiri mahasiswa, dosen, dan UII sebagai institusi harus semakin siap ke depan. Selain akreditasi internasional program studi, beragam strategi lain diambil dalam beragam bentuk. Di antaranya, implementasi kerja sama internasional, peningkatan peran internasional institusi, dan fasilitasi dosen dan mahasiswa untuk berkontribusi dalam komunitas akademik global.

Menurut Fathul, ada kata Islam pada nama Universitas Islam Indonesia tidak menghambat rencana UII untuk internasionalisasi. UII justru ingin menciptakan pemahaman tentang Islam yang suka damai di mata internasional. “Bukan Islam yang berpandangan sempit,” tandas Fathul.

Saat ini, kata Fathul, ada empat program studi telah mendapatkan pengakuan dari lembaga internasional (JABEE, KAAB, ABET, dan ACCA). “Satu program studi sudah divisitasi oleh Royal Society of Chemistry (RSC) dan menunggu hasil. Program ini sudah dirintis oleh pemimpin periode sebelumnya dan akan kita tingkatkan,” tandas Fathul.

Strategi internasionalisasi UII juga dikuatkan dengan penyelenggaraan International Program (IP) yang dilakukan sepuluh program studi (Prodi). Yaitu, Prodi Manajemen, Akuntansi, Ilmu Ekonomi, Ilmu Hukum, Teknik Industri, Teknik Sipil, Arsitektur, Ahwal al-Syakhsiyah (Hukum Keluarga Islam), Ilmu Komunikasi, dan Hubungan Internasional.

“Selain penggunaan bahasa asing sebagai bahasa pengantar, lP UII juga mengembangkan Character Building Program (CBP) untuk mendukung penguatan karakter mahasiswa, khususnya untuk mempersiapkan diri dan memenangkan persaingan global,” katanya.

About The Author

Reply