Cilacs Tingkatkan Kemampuan Guru Bahasa Inggris

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Cilacs Universitas Islam Indonesia (UII) berupaya untuk meningkatkan kemampuan guru Bahasa Inggris Sekolah Menengah Atas (SMA). Peningkatan kapasitas Guru Bahasa Inggris ini diharapkan bisa meningkatkan kemampuan belajar mengajar dan kemampuan siswa dalam berbahasa Inggris di sekolahnya.

Demikian diungkapkan Direktur Cilacs, Fitri Nugraheni, Ph.D pada pembukaan seminar
Getting Ready to Be 21th Century English Teachers di Yogyakarta, Rabu (9/5/2018). Seminar ini diikuti guru Bahasa Inggris perwakilan dari SMA se Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Lebih lanjut Fitri menjelaskan Cilacs UII berupaya terus memberikan kontribusi positif dalam pengembangan kualitas pengajaran Bahasa Inggris. “Kami selalu berahap dapat mendorong para pendidik untuk melakukan inovasi sesuai perkembangan zaman. Mari bersiap menjadi guru abad 21 yang kreatif dan inovatif,” tandas Fitri.

Menurut Fitri, di era global, ada kecenderungan siswa SMA Indonesia berupaya mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Karena itu, para guru harus bisa mempersiapkan siswanya agar memiliki kemampuan agar siswa bisa mengenyam pendidikan di luar negeri dengan lancar. Terutama kemampuan berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya.

Banyak sekali beasiswa dari luar negeri yang ditawarkan untuk warga negara Indonesia terutama jenjang SMA yang akan melanjutkan ke jenjang S1. Di antaranya, The Stipendium Hungaricum Scholarship Programme, Italian Government Scholarship, dan Orange Tulip Scholarship.

“Bagi mereka, siswa–siswi SMA yang berkeinginan untuk melanjutkan studi ke luar negeri semestinya dibekali dengan ketrampilan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Peran guru bahasa Inggris inilah yang diharapkan dapat mendukung dan memotivasi serta mempersiapkan siswanya sejak dini,” kata Fitri.

Seminar mengadirkan dua pembicara yaitu Daniel Ari Widhiatama, M.Hum, dosen Bahasa Inggris di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Ia mengangkat tema ‘Adapting Current Platform for 21st Century Classrooms.’

Sedang pembicara kedua, Anita Tri Astuti MA, Ph.D, dosen Bahasa Inggris Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Anita menampilkan tema ‘Integrating 21st Century Challenges into English Language.’

About The Author

Reply