Klaster LPPM UWM Diharapkan Menjadi Utama

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc, Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta mengharapkan klaster Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) meningkat dari Madya menjadi Utama. Edy merasa bangga LPPM UWM di bawah kepemimpinan Suwarjo, SIP, MSi telah berhasil meningkatkan klaster dari Binaan menjadi Madya pada tahun 2015.

Edy Suandi Hamid mengemukakan hal itu pada amanatnya saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) pergantian antar waktu Ketua LPPM UWM Masa Bhakti 2018-2020 dari Suwarjo kepada Dr. Oktiva Anggraini, SIP, MSi, di Kampus UWM Yogyakarta, Senin (30/4/2018). Suwarjo terpilih sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Antar Waktu Masa Bhakti 2018 – 2020.

Selain SK Ketua LPPM, Edy Suandi Hamid juga menyerahkan SK kepada Cahya Purnama Asri SE, MM sebagai Pelaksana Tugas Kepala Biro III Antar Waktu Masa Bhakti 2018-2020. Acara penyerahan SK tersebut dihadiri para wakil rektor dan dekan di lingkungan UWM Yogyakarta.

Lebih lanjut, Edy Suandi Hamid menyampaikan tidak ringan bagi Ketua LPPM yang baru untuk melanjutkan dan meningkatkan prestasi dari yang sudah ada. Karena itu, dibutuhkan kerjasama segenap civitas akademika. “Harapan ke depannya adalah LPPM memiliki program yang dapat mengantarkan ke klaster Utama,” tandas Edy.

Dijelaskan Edy, ada beberapa aspek yang menjadi ukuran dalam menentukan skor klaster perguruan tinggi. Di antaranya, kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (SDM), manajemen, luaran dan revenue generating.

Beban perguruan tinggi, kata Edy, semakin tidak ringan, manakala menghadapi era revolosi Industri 4.0 di mana segala perubahan akan terjadi termasuk perubahan dalam dunia kampus. Karena itu Ketua LPPM ke depan dituntut untuk dapat berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menghadapi era revolosi Industri 4.0 tersebut.

“Dunia kampus sebagai salah satu pusat kecerdasan dan kecendekiawanan (centre of intelligent and intellectual) diharapkan mampu menghasilkan tidak hanya ide kreatif dalam tataran konseptual. Namun perguruan tinggi ditutut menghasilkan karya inovatif yang aplikatif yang dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat,” tandas Edy.

Menurut Edy, untuk dapat mewujudkan hal tersebut diperlukan tidak hanya kemampuan namun juga kemauan, serta komitmen yang tinggi dengan dukungan semua elemen yang ada dalam universitas. “Ketua LPPM diharapkan mampu memberikan stimulus bagi dosen di lingkungan UWM dalam menghasilkan karya yang kreatif dan inovatif melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Selain itu, Prof Edy Suandi Hamid, juga menekankan kepada para dekan fakultas agar memberikan support kepada LPPM. Sehingga para dosen yang melakukan penelitian sampai pada tahap publikasi. Sedang hasil penelitian dosen UWM Yogyakarta benar-benar menjadi konsumsi public yang mencerdaskan.

Sementara pesan kepada Pelaksana Tugas Kepala Biro III, Cahya Purnama, Rektor UWM mengharapkan agar ke depan Biro III yang memiliki sub bidang Kemahasiswaan, Alumni, Humas dan Kerjasama tersebut meningkat lebih baik lagi dari sebelumnya. Dalam pelaksanaannya Biro III harus lebih supel lagi dengan mahasiswa, dosen, karyawan dan mitra UWM.

Tantangan berat juga bagi lulusan di era revolosi industri 4.0 ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mempunyai hard skill tetapi juga mempunyai soft skills dengan multi talenta. Bidang kemahasiswaan merupakan bidang yang sangat penting karena bidang ini merupakan bidang yang diharapkan mampu memberikan dan mengembangkan soft skill bagi mahasiswa. “Bidang Kemahasiswaan dituntut melakukan ide-ide cerdas dalam mendesain model pembinaan kepada mahasiswa sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi lulusan nantinya,” tandas Edy.

About The Author

Reply