Mahasiswa Profesi Apoteker UII Juara Kompetisi Konseling

YOGYAKARTA — Mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII), Hannie Fitriani keluar sebagai juara kompetisi Patient Counselling Event (PCE) di Institut Teknologi Bandung (ITB). Selain juara pertama, mahasiswa UII juga meraih gelar juara empat dan semifinalis pada kegiatan yang dilaksanakan Jumat-Ahad (22-24/9/2017).

Dijelaskan Mutiara Herawati MSc Apt, dosen pembimbing, pada kompetisi ini UII mengirimkan sembilan mahasiswa untuk tampil pada katagori. Yaitu katagori beginer counsultant untuk mahasiswa S1 Program Studi Farmasi dan katagori advance counsultant untuk Program Studi Profesi Apoteker.

Sembilan mahasiswa UII yang dikirim adalah kelompok konsultan pemula adalah Denox Asih Pratiwi, Nureqi Satriani P, Prima Aulia Putra, Nur Siti Rahayu, dan Meryta Pamungkas. Sedang kelompok advance adalah Hannie Fitriani, Ayuningtyas Galuh Purwandityo, Fitra Romadhonsyah, dan Dwi Welda Afetma.

Dosen pembimbing untuk S1 adalah Yulianto MPH Apt dan Sista W. MBiotech Apt. Sedangkan dosen pembimbing kelompok advance adalah Mutiara Herawati. Saat berkompetisi di Bandung, mereka didampingi Saepudin PhD Apt, dosen Prodi Profesi Apoteker.

“Untuk beginer counsultant kita mengirimkan lima mahasiswa, sedang katagori advance mengirimkan empat mahasiswa. Alhamdulillah, tiga dari empat mahasiswa katagori advance menjadi juara 1, juara 4, dan satu masuk semifinal,” kata Mutiara Herawati di Kampus FMIPA UII Yogyakarta, Rabu (27/9/2017).

Lebih lanjut Mutiara menjelaskan PCE merupakan kompetisi tahunan yang diikuti perguruan tinggi yang memiliki Prodi Farmasi dan Profesi Apoteker. Juara peprtama dari UII, juara dua dari Ubaya (Universitas Surabaya), juara 3 UGM (Universitas Gadjah Mada), juara 4 UII, dan juara 5 UAD (Universitas Ahmad Dahlan).

Sedang Ayuningtyas Galih dan Fitra Romadhonsyah menjelaskan kompetisi PCE meliputi beberapa tahapan yaitu tahap penyisihan, semifinal, dan final. Setiap tahap, peserta dikarantina, kemudian diberi kesempatan belajar selama sembilan menit untuk memecahkan masalah.

Selanjutnya, peserta masuk ke bilik konsultasi dan ada pasien yang membawa resep yang ternyata obat yang diresepkan dokter tidak cocok dengan kondisi pasien terakhir. “Di sini, calon apoteker diuji apakah akan memberikan obat sesuai resep dokter atau memberikan obat dengan merek lain, tetapi aman bagi pasien. Apoteker yang baik akan konsultasi dengan dokter pembuat resep, sebelum mengganti obat,” kata Ayu.

Penilian kompetisi ini di antaranya, meliputi perkenalan yaitu menyapa pasien, perkenalan diri, rentang waktu, privasi, dan peresepan ulang. Kemudian konseling pengobatan meliputi nama obat, aturan pakai dan jumlah obat, efek samping, dan kepatuhan pasien dalam meminum obat.

About The Author

Reply