UII Jadi PTS Peringkat Pertama di Pimnas 2017

YOGYAKARTA — Tim Eshotics Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (FTI UII) berhasil meraih dua medali pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke 30 di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Kamis-Sabtu (24-26/8/2017). Tim Eshotics (Electronics Shake Bottle Heater Induction Electromagnetic System) meraih medali emas katagori poster Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM KC) dan medali perunggu katagori presentasi PKM KC.

Tim Eshotics terdiri dari Muhammad Iqbal Sabit, Rahmawati Fanansyah Putri, David Arohman, Nuraditya Ahmad F (mahasiswa program studi (Prodi) Teknik Industri 2015) dan Hasyim Abdulloh (Prodi Teknik Elektro 2014). Mereka dibawah bimbingan dosen Prodi Teknik Elektro FTI UII, Setyawan Wahyu Pratomo, ST, MT.

Wakil Rektor III UII, Ir Agus Taufiq MSc menyampaikan prestasi yang diraih Tim Eshotics FTI memperbaiki capaian tahun sebelumnya. UII berada diperingkat pertama untuk katagori perguruan tinggi swasta (PTS) di Pimnas 30. Tahun sebelumnya, UII hanya menempati peringkat kedua katagori PTS pada Pimnas 29 di Institut Pertanian Bogor (IPB).

“Capaian ini diharapkan mampu mendorong minat dan semangat mahasiswa UII untuk semaki berprestasi di bidang PKM dan meraih medali di ajang Pimnas pada tahun-tahun mendatang,” kata Agus Taufiq yang didampingi Prof Ahmad Fauzi, Sekretaris Pimnas UII kepada wartawan di Kampus UII Yogyakarta, Kamis (31/8/2017).

Dikatakan Agus, untuk meningkatkan prestasi bidang PKM di masa mendatang, UII melalui Direktorat Pembinaan Bakat/Minat dan Kesejahteraan Mahasiswa (DPBMKM) telah menyiapkan beberapa program unggulan. Di antaranya, workshop PKM, PKM Corner, pemberian insentif PKM, dan konversi PKM ke poin Satuan Kredit Semester (SKS) Akademik.

Tim Eshotics FTI di Kampus UII, Kamis (31/8/2017). (foto : heri purwata)

Dijelaskan Setyawan, Tim Eshotics menampilkan karya berupa inovasi produk botol pemanas air portabel untuk travelers atau petualang. Di dalam botol ada suatu rangkaian shaker/pengocok yang berfungsi untuk menghasilkan arus listrik. Memanfaatkan fenomena induksi elektromagnetik di mana apabila magnet permanen digerakkan pada suatu kumparan maka dia akan menghasilkan arus listrik. Kemudian listrik tersebut disimpan dalam baterai li ion yang ditanam dalam botol tersebut.

“Jadi di dalam botol itu ada lapisan yang berisi kumparan dan magnet permanen. Ketika dikocok, magnet tersebut akan naik turun dan menghasilkan arus listrik untuk kemudian disimpan dalam baterai li ion,” kata Wawan, panggilan akrab Setyawan.

Ketika baterai li ion sudah terisi cukup, jelas Wawan, maka baterai tersebut digunakan untuk menghidupkan elemen pemanas air dalam botol. Air yang dimasukkan ke dalam botol bisa air mineral kemasan yang bersuhu dingin kemudian dipanaskan bisa mencapai kurang lebih 55 derajat Celcius.

Botolnya bisa menampung air hingga 1,2 liter dan membutuhkan waktu pemanasan kurang lebih 45menit untuk mendapatkan suhu 40-45derajat Celcius. Bila hanya diisi 600 mili liter hanya membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit untuk mendapatkan air panas dengan suhu 55 derajat Celsius.

“Untuk panas dan waktu yang ideal, kami menyarankan mengisi botol dengan air mineral kemasan 600 ml agar bisa hangat dalam waktu kurang lebih 15 menit,” kata Wawan.

Electronics Shake Bottle Heater Induction Electromagnetic System karya mahasiswa FTI UII. (foto : istimewa)

Tahun ini, UII mengirimkan enam proposal untuk berkompetisi di Pimnas 30. Secara keseluruhan ada 420 tim terdaftar sebagai peserta Pimnas, yang terdiri dari 1.845 mahasiswa yang berasal dari 89 perguruan tinggi. Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari 3.918 proposal PKM dari 422 perguruan tinggi. Dalam Pimnas, mahasiswa berkompetisi dengan menampilkan presentasi, artikel ilmiah, poster, dan gelar produk PKM terbaiknya.

About The Author

Reply