Prodi Pendidikan Kimia UII Gelar Workshop bagi Guru

YOGYAKARTA — Sebanyak 223 guru kimia SMA, MA dan SMK mengikuti Workshop Metode dan Media Pembelajaran yang digelar Program Studi (Prodi) Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Indonesia (UII), Sabtu (22/7/2017). Mereka berasal dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia dari Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Sleman, Gunungkidul, Kulonprogo, Klaten, serta guru kimia dari Cirebon, Jakarta, dan sejumlah kota lain.

Dijelaskan Ketua Prodi Pendidikan Kimia, Prof Riyanto workshop ini merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan guru-guru kimia. Sehingga pelajaran kimia mudah dimengerti dan dicintai para siswa. Workshop menghadirkan pembicara Imam Mudjiono (dosen UII), Lee Tien Tien (dosen Universitas Pendidikan Sultan Idris Malaysia), dan Urip (Guru Kimia dan Blogger di bidang Pendidikan Kimia).

Menurut Riyanto, kesuksesan dalam proses belajar dan mengajar dapat dilihat dari cara seorang guru mengajar di kelas. Guru yang kreatif dan inovatif akan menggunakan beberapa pendekatan agar peserta didik dapat menerima pelajaran dengan baik.

Setiap siswa mempunyai kemampuan masing-masing dalam hal memahami pelajaran. Karena itu, perlu adanya suatu media agar sesorang guru dapat saling berbagi pengalaman dalam mengatasi masalah tersebut. “Apabila siswa dapat memahami pelajaran dengan baik dan benar, maka secara tidak langsung siswa akan selalu berfikir kreatif sehingga siswa akan mempunyai kemampuan bernalar yang baik,” kata Riyanto.

Dalam kesempatan tersebut, kata Riyanto, juga dilakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) Prodi Pendidikan Kimia UII dengan MGMP Kimia Gunungkidul dan Sleman. “Sekolah yang telah melakukan MoU mendapat fasilitas untuk menggunakan laboratorium di UII untuk praktek para siswa,” kata Riyanto.

Workshop ini merupakan rangkaian dari Chemistry Education Fair 3.0. Selain workshop, juga digelar microteaching bagi guru dan mahasiswa pendidikan kimia, serta lomba karya tulis ilmiah remaja bagi siswa tingkat SMA, MA dan SMK.

“Kegiatan ini merupakan forum bertemunya antara guru, calon guru (mahasiswa pendidikan kimia), dan siswa. Mereka dapat saling berbagi dan berdiskusi dalam perkembangan pendidikan,” ujar Riyanto.

About The Author

Reply