Cyber Security Harus Dimiliki Masyarakat Modern

YOGYAKARTA — Yudi Prayudi MKom, Kepala Pusat Studi Forensika Digital (PUSFID) Universitas Islam Indonesia (UII) mengungkapkan saat ini masyarakat sudah hidup dalam ruang maya atau cyber space. Agar aman dari gangguan, masyarakat modern harus memiliki kemampuan cyber security.

Yudi mengungkapkan hal itu kepada wartawan menyikapi semakin berkembangnya cyber space di Yogyakarta, Selasa (18/10/2016). Masyarakat sudah hidup dalam lingkungan digital workstyle dan digital life style.

Lebih lanjut Yudi menjelaskan digital workstyle adalah lingkungan pekerjaan yang didukung dengan teknologi informasi. Sedang digital life style adalah aktivitas hidup sehari-hari selalu terkait dengan teknologi informasi.

“Hal ini dapat terlihat dari aktivitas kehidupan manusia modern saat ini, di mana mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali, hampir setiap saat tidak pernah terlepas dari interaksi dengan berbagai peralatan yang berbasis teknologi informasi,” kata Yudi yang juga sosen Digital Forensik Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII.

Kondisi ini, lanjut Yudi, memunculkan berbagai potensi ancaman baru pada masyarakat cyber yang juga akan berdampak pada masyarakat nyata. Ancaman ini disebut cyber crime, cyber threats, cyber war dan cyber terrorism.

“Jadi apa yang ditemukan di dunia nyata ditemukan pula pada ruang kehidupan maya, hanya dengan cara yang berbeda, Cyber crime merupakan cara baru menjalankan kejahatan dalam ruang maya dengan bantuan komputer dan teknologi informasi,” tandas Yudi.

Berdasarkan data statistik di berbagai sumber, kata Yudi, korban cyber crime, cyber attack dari waktu ke waktu terus meningkat. Hackmageddon (http://www.hackmageddon.com) mencatat 72,4 persen dari computer attack adalah tujuannya kejahatan.

Bagi siapa saja, kata Yudi, yang menggunakan media utama komputer dan teknologi informasi harus memiliki kemampuan cyber security. Hal ini untuk menangkal serangan dari berbagai penjuru dunia terhadap komputer masing-masing.

Ada tiga hal yang harus diingat untuk menjaga keamanan komputer. “Jangan membuka sesuatu yang tidak jelas sumbernya. Jangan udah mengklik sesuatu agar komputer tidak terserang virus. Ubah secara berkala password dan guna huruf dan angka dalam password,” tandasnya.

Penulis : Heri Purwata

About The Author

One Response

  1. heripurwata 19 Oktober 2016 Balas

Reply