Rumah Sakit Pendidikan Utamakan Layani Calon Dokter

 

YOGYAKARTA – Rumah sakit pendidikan harus lebih mengutamakan pelayanan terhadap calon dokter dan dokter spesialis dibandingkan pelayanan kesehatan masyarakat. Sehingga keberadaan rumah sakit pendidikan bisa meningkatkan kualitas akademik dan keahlian bagi calon dokter dan dokter spesialis.

Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Mohammad Nasir mengemukakan hal tersebut ketika melakukan grand opening Rumah Sakit Pendidikan Universitas Gadjah Mada (UGM) di Jombor, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (7/10/2016). Di Indonesia, ada 24 rumah sakit pendidikan, namun baru enam rumah sakit yang sudah beroperasi dan selebihnya masih dalam taraf pembangunan.

Lebih lanjut Nasir berpesan agar pengelola rumah sakit pendidikan jangan sampai menyulitkan mahasiswa praktik kerja di rumah sakit selama menempuh pendidikan dokter maupun pendidikan dokter spesialis. “Jangan sampai mereka diabaikan untuk mahasiswa dari fakultas kedokteran melakukan kerja klinik di rumah sakit. Apalagi mereka kena biaya, bisa jadi konflik antara rumah sakit dan mahasiswa,” kata Nasir.

Selain itu, Nasir mengharapkan agar pasien yang berobat di rumah sakit pendidikan dilayanai dengan baik. “Jangan sampai mereka terlantar sampai berjam-jam hanya untuk berobat,” katanya.

Dijelaskan Nasir, rumah sakit milik kampus negeri akan disinergikan dengan rumah sakit milik Kementerian Kesehatan dan rumah sakit swasta lainnya. Kementerian Ristek Dikti sudah membentuk komite yang bekerja sama dengan Kemenkes dalam mengembangkan academic health antar rumah sakit. “Pengelolaan rumah sakit tidak bisa sendiri-sendiri tapi harus saling bersinergi dan berkolaborasi,” katanya.

Sedang Dirut Rumah Sakit UGM, Arif Faisal mengatakan RS UGM merupakan satu-satunya RS yang dimiliki perguruan tinggi negeri yang telah mendapat predikat akreditasi paripurna pada bulan Desember tahun lalu. Kunjungan Menristek Dikti untuk meninjau langsung proyek pembangunan gedung pelayanan dan beberapa ruang pelayanan. “Menteri juga berkesempatan menandatangani prasasti grand opening RS UGM,” katanya.

Penulis : Heri Purwata

About The Author

Reply